Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, bersama jajaran Forkopimda menanam jagung serentak di Pulang Pisau sebagai bagian dari penguatan sektor pertanian dan pendidikan vokasi, Sabtu (7/3/2026). Foto Istimewa
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Pemprov Kalteng menyiapkan 2.000 generasi muda agar siap masuk dunia kerja melalui Program Pengembangan Pendidikan Vokasi.
Pemprov Kalteng menjalankan program ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan berbasis keterampilan dan praktik langsung di lapangan.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Reza Prabowo, mengatakan pemerintah daerah menjadikan program vokasi sebagai langkah strategis untuk menyiapkan tenaga kerja terampil.
“Program ini menyiapkan generasi muda yang unggul, memiliki keterampilan, dan mampu bersaing di dunia kerja,” kata Reza, Senin (9/3/2026).
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, menginisiasi program tersebut sebagai bagian dari program strategis sektor pendidikan di daerah. Pemprov Kalteng merancang program vokasi dengan pola pembelajaran yang menekankan praktik lapangan agar peserta memperoleh pengalaman kerja secara langsung.
Reza menjelaskan, program ini menargetkan sekitar 2.000 peserta dengan masa pendidikan selama satu tahun. Peserta mengikuti pembelajaran dengan komposisi 30 persen teori di kelas dan 70 persen praktik langsung di lapangan.
Melalui metode tersebut, peserta mempelajari konsep akademis sekaligus mengasah keterampilan teknis yang dapat langsung mereka terapkan dalam kegiatan produktif.
Reza mencontohkan peserta yang menjalani praktik di sektor pertanian dapat menanam, membudidayakan tanaman, hingga mengelola hasilnya sehingga memberi nilai ekonomi.
“Peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi dari kegiatan praktik yang mereka jalankan,” ujarnya.
Pemprov Kalteng juga menggandeng sejumlah perangkat daerah untuk memperkuat pelaksanaan program tersebut. Dinas Pertanian, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Dinas Kehutanan memberikan dukungan teknis selama proses pembelajaran.
Selain itu, pemerintah daerah bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya untuk menjalankan program pendidikan Diploma 1 (D1).
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, Pemprov Kalteng menargetkan program vokasi mampu memperkuat ekosistem pendidikan keterampilan sekaligus membuka peluang kerja baru bagi generasi muda di Kalimantan Tengah.
Editor: Frans Dodie*