Plt Sekda Provinsi Kalteng, Leonard S Ampung, menyampaikan arahan pada kegiatan Sosialisasi TPID di Palangka Raya, Selasa (3/2/2026). Foto Wiyandri
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Pemprov Kalteng mendorong optimalisasi program CSR untuk memperkuat sektor pangan daerah. Upaya ini menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi.
“Kita bisa membuka dan mencetak sawah, tetapi tantangan terbesar adalah mengelola dan menanamnya secara berkelanjutan karena keterbatasan SDM,” kata Plt Sekda Provinsi Kalteng, Leonard S Ampung.
Leonard menyampaikan arahan tersebut dalam Sosialisasi dan Asistensi Penyusunan Pelaporan Kinerja TPID Tahun 2025. Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Tengah menggelar kegiatan itu di Palangka Raya, Selasa (3/2/2026).
Selanjutnya, Leonard menegaskan pentingnya dukungan berkelanjutan terhadap program cetak sawah rakyat. Pemprov Kalteng harus memastikan pengelolaan lahan berjalan produktif dan konsisten.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemprov Kalteng mengaitkan program CSR dengan pembangunan sumber daya manusia. Melalui Program Rumah Betang Sejahtera, pemerintah menyiapkan lulusan SMA dan sederajat agar siap masuk dunia kerja.
Selain itu, Pemprov Kalteng mengarahkan CSR tidak hanya pada pembangunan fisik. Pemerintah mendorong perusahaan memberikan pelatihan, pendampingan, serta sarana pendukung sektor pertanian.
Lebih lanjut, Pemprov Kalteng menyelaraskan penguatan pangan dengan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan. Pemerintah meningkatkan produktivitas, memperkuat pasokan, dan membangun kerja sama antardaerah.
Di sisi lain, Pemprov Kalteng terus menggelar operasi pasar dan pasar murah secara berkala. Langkah ini bertujuan menjaga keterjangkauan harga di tingkat masyarakat.
Leonard mengajak TPID, dunia usaha, dan pemangku kepentingan memanfaatkan CSR secara terarah dan berkelanjutan. Pemerintah menargetkan stabilitas harga sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah.
Reporter: Wiyandri
Editor: Frans Dodie