Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Pemprov Kalteng memastikan pendataan penerima Kartu Huma Betang berjalan melalui sistem data terpadu dan akurat. Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyerahkan data pribadi kepada pihak yang tidak resmi.
“Kami menyiapkan pendataan Kartu Huma Betang secara serius agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” kata Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, Kamis (29/1/2026).
Selanjutnya, Edy menjelaskan, program Kartu Huma Betang merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membantu masyarakat. Namun, keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus menyeleksi penerima secara ketat.
Untuk itu, Pemprov Kalteng mengintegrasikan berbagai sumber data. Pemerintah menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial, data Dinas Kesehatan, serta data sensus sosial Badan Pusat Statistik.
Selain itu, pemerintah melibatkan pemerintah desa dan pendamping Program Keluarga Harapan untuk memverifikasi data di lapangan. Tim verifikator mencocokkan kondisi penerima agar sesuai dengan kriteria.
Kemudian, Edy menegaskan, integrasi data mencegah data ganda dan penerima tidak tepat sasaran. Karena itu, pemerintah melakukan kompilasi dan validasi secara menyeluruh.
Edy meminta masyarakat mengenali petugas resmi pendataan. Petugas datang melalui pemerintah desa, pendamping PKH, dan tim verifikator yang melibatkan BPS.
Di sisi lain, pemerintah menyiapkan kartu berbasis teknologi yang terhubung langsung ke server. Sistem ini menggunakan identifikasi wajah untuk mencegah pemalsuan.
“Pemprov Kalteng menjadwalkan peluncuran Kartu Huma Betang pada Februari 2026. Pemerintah akan melaksanakan program ini secara bertahap di kabupaten dan kota,” tandas Edy.
Reporter: Wiyandri
Editor: Frans Dodie