Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, menyatakan, program nasional terintegrasi sukses menurunkan angka stunting. Program tersebut juga berhasil mendorong pertumbuhan UMKM di provinsi setempat.
Pemprov Kalteng menyelaraskan seluruh kebijakan daerah dengan Asta Cita Presiden RI. Tujuannya untuk memperkuat pembangunan nasional. Dengan sinergi lintas sektor, Pemprov Kalteng menjalankan program strategis di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan ketahanan pangan.
“Program ini kami jalankan agar pemerintah memberikan pelayanan terbaik dan optimal kepada masyarakat,” kata Agustiar.
Pemprov Kalteng menjalankan Program Makan Bergizi Gratis di 422 sekolah dan Sekolah Rakyat di empat wilayah strategis untuk mendukung anak-anak kurang mampu. Selain itu, Pemprov memperluas Program Kuliah Gratis Huma Betang ke 34 kampus mitra, menargetkan 10.000 mahasiswa penerima manfaat.
Di bidang kesehatan, Pemprov Kalteng memeriksa 18.214 warga secara gratis dan memberikan layanan kesehatan terintegrasi, termasuk operasi katarak, USG kehamilan, dan pemberian gizi tambahan bagi 273 ibu hamil. Langkah ini menurunkan angka stunting Kalteng dari 23,5 persen menjadi 22,1 persen dan menargetkan 20,6 persen.
Selain itu, Pemprov Kalteng juga membentuk 1.542 Koperasi Merah Putih dan menggelar Pasar Murah di 1.432 desa untuk menjaga daya beli masyarakat. Kemudian, Pemprov Kalteng mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pelatihan gratis UMKM dan IKM serta Huma Betang Night yang menghasilkan perputaran ekonomi Rp400–500 juta setiap akhir pekan.
Menurut Agustiar, Pemprov Kalteng memperkuat ketahanan pangan melalui cetak sawah, penyaluran alsintan, restocking bibit ikan, dan pengembangan Shrimp Estate Berkah Kalteng. Selain itu, Pemprov membangun dan memelihara jalan serta jembatan strategis, sementara 50 desa mendapatkan akses internet baru.
Ia menegaskan, Pemprov Kalteng akan melanjutkan pembangunan berkelanjutan dengan mengutamakan sinergi, kolaborasi, dan komunikasi lintas sektor. Ia menyatakan capaian 2025 menjadi fondasi awal untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Editor: Frans Dodie