RAPAT – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin memimpin rapat bersama BPJS Kesehatan di Aula Peteng Karuhei I, Kantor Wali Kota Palangka Raya. Foto : istimewa
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya menyiapkan 13 ribu kuota cadangan BPJS Kesehatan untuk kebutuhan mendesak warga kurang mampu.
Kebijakan tersebut disampaikan Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, saat memimpin rapat bersama BPJS Kesehatan. Rapat berlangsung di Aula Peteng Karuhei I, Kantor Wali Kota Palangka Raya, Selasa (23/12/2025).
Fairid menyebut kuota cadangan penting untuk menjamin akses layanan kesehatan masyarakat. Kuota tersebut disiapkan untuk kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat pemerintah daerah.
“Kami menyiapkan sekitar 13 ribu kepesertaan cadangan untuk kebutuhan mendesak masyarakat,” ujar Fairid.
Rapat juga membahas tindak lanjut Perjanjian Kerja Sama Pemko Palangka Raya dengan BPJS Kesehatan. Pembahasan fokus pada pembaruan dan sinkronisasi data kepesertaan BPJS Kesehatan.
Fairid menilai sinkronisasi data dapat memangkas birokrasi dan mempercepat aktivasi kepesertaan. Sebelumnya, aktivasi hanya dilakukan melalui Bagian Kesra Setda atau kantor BPJS Kesehatan.
Pemko Palangka Raya memprioritaskan bantuan iuran kesehatan bagi masyarakat desil 1 hingga 5. Kebijakan tersebut bertujuan agar bantuan tepat sasaran dan efektif.
Saat ini, Pemko Palangka Raya telah mengaktifkan lebih dari 21 ribu peserta PBI. Pemko juga menambah sekitar 6 ribu peserta baru BPJS Kesehatan. Langkah ini memperluas cakupan layanan jaminan kesehatan masyarakat.
Fairid berharap warga kurang mampu tidak lagi terkendala layanan kesehatan. Kendala administrasi BPJS Kesehatan diharapkan tidak terulang.
Editor : Frans Dodie