Pj Sekda Kotim, Umar Kaderi
SAMPIT, TOVMEDIA.CO.ID – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Umar Kaderi, menekankan masyarakat harus memahami kenaikan angka kemiskinan 2025 secara proporsional, bukan hanya melihat jumlah absolut.
Ia menilai, besarnya jumlah penduduk dan tingginya mobilitas di Kotim memengaruhi data kemiskinan. Publik sering salah menilai karena tidak melihat konteks proporsional. Pemahaman yang tepat membantu pemerintah membuat kebijakan akurat.
“Kalau berdasarkan persentase, kita masih di urutan keempat di Kalimantan Tengah. Kenaikan ini tidak bisa dilihat hanya dari data absolut, karena jumlah penduduk Kotim memang besar,” ujar Umar, Selasa (16/12/2025).
Pemkab Kotim mencatat persentase penduduk miskin naik dari 5,66 persen menjadi 5,8 persen. Jumlah warga miskin mencapai 27.700 jiwa, bertambah 1.010 jiwa dibanding tahun sebelumnya. Data ini menunjukkan dinamika sosial yang cukup tinggi.
Umar menjelaskan perbedaan data kependudukan memengaruhi angka kemiskinan. “Berdasarkan data administrasi kependudukan, jumlah penduduk Kotim sekitar 454 ribu jiwa. Namun DTSEN mencatat 459 ribu jiwa, dan Dinas Sosial terbaru mencapai 499 ribu jiwa,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendatang dari luar daerah turut memengaruhi perhitungan. Pendatang tanpa KTP atau penghasilan rendah tetap masuk data kemiskinan. Mobilitas warga yang tinggi membuat angka kemiskinan Kotim dinamis.
Waktu pengambilan data juga ikut menentukan angka kemiskinan. “Saat data diambil, program pemerintah belum berjalan, sehingga mereka yang belum bekerja atau penghasilannya kurang ikut tercatat,” tambah Umar. Pemerintah terus memverifikasi data agar kebijakan tepat sasaran.
Meski meningkat, Umar menilai angka kemiskinan Kotim masih terkendali. Ia percaya program pemerintah dan dukungan sektor lain akan menekan angka ini lebih lanjut.
“Kalau dilihat dari peringkat dan persentasenya, masih bisa dikendalikan,” pungkasnya.
Editor: Frans Dodie