Tangani Kerusakan Berat Badan Jalan//
MUARA TEWEH, TOVMEDIA.CO.ID – Anggota DPRD Barito Utara, Bina Husada mengacungi jempol respon cepat kerusakan berat pada ruas jalan Simpang Jalan Negara KM 34 menuju Benangin. Langkah yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama sejumlah perusahaan tambang dinilai sebagai bentuk nyata sinergi dalam menjaga infrastruktur vital masyarakat.
“Kita apresiasi atas gerak cepat pemerintah daerah yang sehari sebelumnya langsung melakukan peninjauan lapangan. Tindakan ini menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan konektivitas wilayah tetap terjaga,” ujar Bina Husada, Jumat (21/11/2025)
Peninjauan perbaikan jalan itu dipimpin Kepala Dinas PUPR, M. Iman Topik, bersama tim teknis Bina Marga, difokuskan di titik kritis STA 06+800. Hal itu untuk memverifikasi tingkat kerusakan dan menilai kebutuhan penanganan. Rekomendasi teknis diarahkan pada pembangunan turap bronjong sepanjang sekitar 30 meter guna menahan badan jalan dan mencegah longsor.
Upaya ini dilaksanakan melalui kerja sama Pemkab Barito Utara dengan perusahaan tambang pengguna jalan. Yaitu PT Barito Bangun Nusantara (BBN), PT Nipindo Primatama (NIP), dan PT Batu Bara Dua Ribu Abadi (BDA). Kolaborasi ini dinilai sebagai langkah efektif karena beban lalu lintas berat di ruas tersebut berasal dari aktivitas angkutan tambang.
“Saya sangat mengapresiasi langkah cepat dari Dinas PUPR dan sinergi yang terbangun dengan perusahaan. Ruas jalan ini merupakan akses strategis, sehingga kerusakan parahnya wajib segera ditangani,” ujar Bina Husada.
“Turap bronjong adalah langkah teknis yang tepat, tetapi pengawasannya harus ketat. Kami ingin hasil yang benar-benar kuat dan tahan lama,” tegasnya.
Selain kualitas konstruksi, ia juga menyoroti pentingnya keselamatan pengguna jalan saat proses perbaikan berlangsung. Menurutnya, lalu lintas padat di kawasan tersebut mengharuskan perusahaan menyediakan rambu peringatan, pengaturan arus kendaraan, dan perlindungan bagi pekerja.
Tak hanya itu, Bina mendorong agar kerja sama pemerintah dan perusahaan tambang terus diperkuat secara jangka panjang, mengingat frekuensi dan beban kendaraan besar menjadi salah satu faktor penyebab kerusakan infrastruktur di wilayah tersebut.
Editor : Khairul Saleh