MUARA TEWEH, TOVMEDIA.CO.ID – Kalangan Anggota DPRD Barito Utara mengingatkan agar pihak eksekutif mengutamakan pentingnya penyusunan dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK).
“PJPK sangat penting. kami mendukung penuh langkah pemerintah daerah yang dianggap visioner dalam mempersiapkan daerah menghadapi era bonus demografi, ” ungkap Anggota DPRD, H. Suparjan Effendi, Kamis (20/11/2025).
Penyusunan Dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Kabupaten Barito Utara Tahun 2025–2030 yang berlangsung di Aula Setda A pada Kamis (20/11/2025) mendapat sorotan positif dari DPRD Kabupaten Barito Utara.
Ia menyebutkan, kegiatan penyusunan yang melibatkan unsur FKPD, para kepala perangkat daerah, serta tim penyusun dari LPPM Universitas Palangka Raya itu sangat penting untuk menyusun arah pembangunan berbasis data kependudukan. Bahkan, PJPK merupakan pedoman strategis menuju pembangunan penduduk yang berkualitas serta mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Suparjan Effendi menilai PJPK 2025–2030 akan menjadi instrumen kunci bagi pemerintah daerah dalam merancang program pembangunan yang lebih terarah.
“Peta jalan ini sangat penting untuk memastikan pembangunan kita benar-benar berorientasi pada manusia. Tantangan bonus demografi membutuhkan perencanaan yang matang, dan PJPK adalah fondasinya,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa DPRD berkomitmen untuk mengawal implementasi dokumen tersebut agar tidak berhenti sebagai dokumen administrasi semata.
“Semua perangkat daerah harus menjadikan PJPK sebagai acuan utama dalam penyusunan program. DPRD akan memastikan agar setiap strategi yang tertuang bisa dilaksanakan secara nyata dan menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Politisi PDIP ini juga menekankan pentingnya integrasi lintas sektor dalam pembangunan kependudukan. Menurutnya, isu kependudukan mencakup berbagai aspek—pendidikan, kesehatan, ketahanan keluarga, ekonomi, hingga infrastruktur—sehingga tidak dapat ditangani oleh satu instansi saja.
“Pembangunan kependudukan harus dilakukan melalui kolaborasi. Tanpa sinergi, kita tidak akan mampu membangun SDM yang berkualitas,” tambahnya.
Editor : Khairul Saleh